My Writings. My Thoughts.
Kesebangunan Segitiga
At » 06.13 // 0 Comments »
SEGITIGA-SEGITIGA YANG SEBANGUN
PendekatanPemahaman Konsep dan Matematika Realistik.
Misalkan diketahui dua segitiga segitiga ABC dan segitiga PQR dengan
ketiga sudut yang bersesuaian sama besar yaitu ;
∠A = ∠P
∠B = ∠Q
∠C = ∠R
dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama yakni ;
AB/PQ = BC/QR = AC/PR
Maka kedua segitiga tersebut dikatakan sebangun ditulis ” segitiga ABC ∼ segitigaPQR ”, atau sebaliknya
Theorema
Jika dua buah segitiga diketahui dua sudut yang bersesuaian sama besar maka kedua segitiga tersebut sebangun.
Bukti:
Misal diketahui segitiga ABC dan segitiga PQR dan
∠A = ∠P
∠B = ∠Q
Pertama akan ditunjukkan
∠C = ∠R
dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama yakni;
AB/PQ = BC/QR = AC/PR
Pertama akan ditunjukkan
∠C = ∠R
Karena jumlah sudut-sudut pada segitiga adalah 180
maka, ∠C = 180 − (∠A + ∠B) = 180 − (∠P + ∠Q) = ∠R
∴ ∠C = ∠R
Berikut akan ditunjukkan
perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama yakni;
AB/PQ = BC/QR = AC/PR
Sebagai Ilustrasi perhatikan gambar
Karena ∠A = ∠P maka garis k//l (sifat kesejajaran dua buah garis yang dipotong oleh sebuah garis).
Begitu juga ∠B = ∠Q dan ∠C = ∠R, sehingga membentuk gambar seperti pada gambar diatas.
Berikutnya akan ditunjukkan bahwa perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama.
Misalkan AC = b dan PQ = b ± m (asumsikan m positif, andaikan negatif
maka yang dimisalkan adalah PQ).
jadi PQ = b + m,
Andaikan m tidak habis dibagi b, (jika habis dibagi kita tinggal membuat segitiga-segitiga seperti pada gambar diatas).
jadi kita membuat PQ menjadi beberapa bagian misalnya PQ dibagi menjadi bm + mm ( m habis dibagi oleh bm dan mm).
Jadi kita dapat membentuk segitiga-segitiga kecil dengan panjang salah satu sisinya adalah bm + mm bagian/satuan panjang, seperti gambar dibawah ini
Kita bisa membuat A’B'//P ‘ Q’ , andaikan tidak dapat dibuat sejajar artinya ketiga sudutnya yang bersesuaian dari kedua segitiga, segtiga ABC dan segitiga P QR tidak sama besar (bertentangan dengan yang diketahui).
Sehingga segitiga AB’ A’ konggruen dengan segitigaP Q’ P ‘ (sd,s,sd).
Akibatnya PR dan QR juga dibagi menjadi bm + mm bagian.
Dengan AB, AC, dan BC dibagi menjadi bm bagian.
Misalkan panjang PP’ = r maka panjang AB = bm.r dan PQ = (bm + mm).r
Sehingga
AB/P Q = bmr/ (bm+mm)r = b/b+m
misalkan pula panjang Q’P' = p maka panjang BC = bm.p dan QR = (bm + mm).p
BC/QR = bmp/ (bm+mm)p = b/b+m
Dengan cara yang sama didapatkan juga AC /PR = b/b+m
Jadi
AB/PQ = BC/RQ = AC/PR = b/b+m. Bukti selesai.
Materi Matematika SD : Sifat-sifat Operasi Hitung
At » 08.26 // 1 Comments »
i
9 Votes
Ada 3 sifat yang dimiliki operasi hitung bilangan cacah. Sifat-sifat yang dimaksuda dalah sifat komutatif, sifat asosiatif, dan sifat distributive. Ketiga sifat ini sangat penting karena dapat mempermudah penyelesaian.
- Sifat Komutatif
Seperti yang telah kamu ketahui, sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjumlahan berikut.
2 + 4 = 6
4 + 2 = 6
Jadi, 2 + 4 = 4 + 2.
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan perkalian berikut.
2 × 4 = 8
4 × 2 = 8
Jadi, 2 × 4 = 4 × 2.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjumlahan berikut.
2 + 4 = 6
4 + 2 = 6
Jadi, 2 + 4 = 4 + 2.
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan perkalian berikut.
2 × 4 = 8
4 × 2 = 8
Jadi, 2 × 4 = 4 × 2.
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada perkalian. Apakah sifat komutatif berlaku pada pengurangan dan pembagian?
Perhatikan contoh berikut.
a. 2 – 4 = –2 dan 4 – 2 = 2
Jadi, 2 – 4 tidak sama dengan 4 – 2, atau 2 – 4 ≠ 4 – 2.
b. 2 : 4 = 0,5 dan 4 : 2 = 2
Diperoleh bahwa 2 : 4 tidak sama dengan 4 : 2, atau 2 : 4 ≠ 4 : 2
Perhatikan contoh berikut.
a. 2 – 4 = –2 dan 4 – 2 = 2
Jadi, 2 – 4 tidak sama dengan 4 – 2, atau 2 – 4 ≠ 4 – 2.
b. 2 : 4 = 0,5 dan 4 : 2 = 2
Diperoleh bahwa 2 : 4 tidak sama dengan 4 : 2, atau 2 : 4 ≠ 4 : 2
Jadi, pada pengurangan dan pembagian tidak berlaku sifat komutatif.
- Sifat Asosiatif
Pada penjumlahan dan perkalian tiga bilangan bulat berlaku sifat asosiatif atau disebut juga sifat pengelompokan. Perhatikanlah contoh penjumlahan tiga bilangan berikut.
(2 + 3) + 4 = 5 + 4 = 9
2 + (3 + 4) = 2 + 7 = 9
Jadi, (2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4).
Sifat seperti ini dinamakan sifat asosiatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan contoh perkalian berikut.
(2 × 3) × 4 = 6 × 4 = 24
2 × (3 × 4) = 2 × 12 = 24
Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).
Sifat ini disebut sifat asosiatif pada perkalian.
(2 + 3) + 4 = 5 + 4 = 9
2 + (3 + 4) = 2 + 7 = 9
Jadi, (2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4).
Sifat seperti ini dinamakan sifat asosiatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan contoh perkalian berikut.
(2 × 3) × 4 = 6 × 4 = 24
2 × (3 × 4) = 2 × 12 = 24
Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).
Sifat ini disebut sifat asosiatif pada perkalian.
- Sifat Distributif
Selain sifat komutatif dan sifat asosiatif, terdapat pula sifat distributif. Sifat distributif disebut juga sifat penyebaran. Untuk lebih memahaminya, perhatikanlah contoh berikut.
Contoh 1
Apakah 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 + 5) = 3 × 9 = 27
(3 × 4) + (3 × 5) = 12 + 15 = 27
Jadi, 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5).
Contoh 1
Apakah 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 + 5) = 3 × 9 = 27
(3 × 4) + (3 × 5) = 12 + 15 = 27
Jadi, 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5).
Contoh 2
Apakah 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 – 5) = 3 × (–1) = –3
(3 × 4) – (3 × 5) = 12 – 15 = –3
Jadi, 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5).
Contoh 1 dan Contoh 2 menunjukkan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dan pengurangan.
Apakah 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 – 5) = 3 × (–1) = –3
(3 × 4) – (3 × 5) = 12 – 15 = –3
Jadi, 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5).
Contoh 1 dan Contoh 2 menunjukkan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dan pengurangan.
BANGUN DATAR YANG SEBANGUN DAN KONGRUEN
At » 06.33 // 0 Comments »
B. Segitiga-segitiga Kongruen
1. Syarat Dua Segitiga yang Kongruen
Tentunya kalian masih ingat tentang syarat dua bangun datar yang kongruen. Coba sebutkan. Lebih lanjut, kita akan mengaplikasikannya pada salah satu bangun datar yaitu segitiga. Sekarang coba katakan, apa yang disebut dengan segitiga itu? Bisakah kalian sebutkan benda-benda di sekitar kita yang berbentuk segitiga? Segitiga terangkai dari enam unsur yang terdiri dari tiga sisi dan tiga sudut.
Dari kegiatan yang kalian lakukan sebelumnya, apakah kedua segitiga tersebut kongruen? Mengapa demikian? Selanjutnya, dapat kita simpulkan bahwa dua segitiga, dikatakan kongruen jika dan hanya jika keduanya mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Jika demikian, unsur-unsur yang seletak saling menutup dengan sempurna. Jadi syarat dua segitiga yang kongruen adalah:
2. Sifat Dua Segitiga yang Kongruen
Dua segitiga kongruen dapat ditentukan dari ketiga sisi dan sudutnya.
a. Tiga Sisi (S - S - S)
Jika dua buah segitiga adalah kongruen maka ketiga sisi segitiga pertama sama panjang dengan ketiga sisi segitiga kedua (sisi-sisi seletak).
Jika dua buah segitiga adalah kongruen maka ketiga sisi segitiga pertama sama panjang dengan ketiga sisi segitiga kedua (sisi-sisi seletak).
b. Dua Sisi dan Satu Sudut Apit (S - Sd - S)
Dua segitiga yang kongruen maka dua sisi segitiga pertama sama dengan dua sisi segitiga kedua, dan sudut yang diapitnya sama besar.
Dua segitiga yang kongruen maka dua sisi segitiga pertama sama dengan dua sisi segitiga kedua, dan sudut yang diapitnya sama besar.
c. Dua Sudut dan Satu Sisi (Sd - S - Sd)
Dua segitiga yang kongruen maka dua buah sudut dari segitiga pertama sama dengan dua sudut pada segitiga kedua, dan sisi di antara kedua sudut tersebut sama panjang.
Dua segitiga yang kongruen maka dua buah sudut dari segitiga pertama sama dengan dua sudut pada segitiga kedua, dan sisi di antara kedua sudut tersebut sama panjang.
3. Perbandingan Sisi-sisi Dua Segitiga Kongruen
Jika dua buah segitiga kongruen, maka sisi-sisi yang berada di depan sudut yang sama besar mempunyai panjang sama. Perbandingan sisi-sisi segitiga pertama sama dengan perbandingan sisi-sisi segitiga yang kedua.
Misalkan
Diberikan: Δ KLM = Δ PQR dengan sifat (s-sd-s)
Diketahui: KM = PR, K = P, KL = PQ
Akibatnya LM = QR
∠ L = ∠ Q
∠ M = ∠ R
Diberikan: Δ KLM = Δ PQR dengan sifat (s-sd-s)
Diketahui: KM = PR, K = P, KL = PQ
Akibatnya LM = QR
∠ L = ∠ Q
∠ M = ∠ R
1. Syarat Dua Segitiga yang Sebangun
Perhatikan gambar berikut ini.
Δ ABC ~ Δ PQR sehingga berlaku pula syarat kesebangunan, yaitu:
2. Sifat Dua Segitiga yang Sebangun
a. Sisi-sisi yang Bersesuaian Sebanding
Untuk lebih memahami sifat-sifat dua segitiga yang sebangun, mari kita lakukan kegiatan berikut ini.
Untuk lebih memahami sifat-sifat dua segitiga yang sebangun, mari kita lakukan kegiatan berikut ini.
Dari kegiatan tersebut, ternyata pada dua buah segitiga yang sebangun memiliki tiga pasang sisi-sisi yang seletak dengan perbandingan yang sama atau faktor skala k.
Kesimpulan:
b. Sudut-sudut yang Seletak Sama Besar (Sd-Sd-Sd) Masih ingatkah kalian cara menggambar sudut-sudut istimewa? Sekarang, gambarlah Δ ABC dengan besar ∠ A = 60o dan ∠ C = 45o. Perhatikan gambar berikut.
Ternyata dari kegiatan tersebut kita dapat mengetahui bahwa sudut-sudut yang bersesuaian memiliki besar yang sama dan ketiga sisi yang bersesuaian sebanding. Artinya kedua segitiga itu sebangun. Jadi,
c. Satu Sudut Sama Besar dan Kedua Sisi yang Mengapitnya Sebanding (S-Sd-S)
Selain dua sifat segitiga di atas, kita dapat menentukan sifat ketiga yaitu jika salah satu sudutnya sama besar dan kedua sisi yang mengapitnya sebanding, maka kedua segitiga itu sebangun. Untuk memahaminya lakukanlah kegiatan berikut.
Selain dua sifat segitiga di atas, kita dapat menentukan sifat ketiga yaitu jika salah satu sudutnya sama besar dan kedua sisi yang mengapitnya sebanding, maka kedua segitiga itu sebangun. Untuk memahaminya lakukanlah kegiatan berikut.
3. Perbandingan Sisi-sisi Dua Segitiga Sebangun
Sisi-sisi yang bersesuaian pada dua segitiga yang sebangun adalah sebanding. Oleh karena itu jika diketahui faktor skala perbandingannya maka kita dapat mencari panjang sisi-sisi segitiga yang belum diketahui.
Perhatikan gambar berikut.
Δ ABC ~ Δ CDE
Dari gambar tersebut kita ketahui bahwa:
∠ DCE = ∠ ACB (berimpitan)
∠ CDE = ∠ CAB (sehadap)
∠ CED = ∠ CBA (sehadap)
Jadi ketiga sudut yang bersesuaian sama besar. Perhatikan perbandingan sisi-sisi yang seletak. Kita peroleh AC = AD + DC dan BC = BE + EC. Dengan sifat kesebangunan, maka sisi-sisi yang seletak sebanding.
Δ ABC ~ Δ CDE
Dari gambar tersebut kita ketahui bahwa:
∠ DCE = ∠ ACB (berimpitan)
∠ CDE = ∠ CAB (sehadap)
∠ CED = ∠ CBA (sehadap)
Jadi ketiga sudut yang bersesuaian sama besar. Perhatikan perbandingan sisi-sisi yang seletak. Kita peroleh AC = AD + DC dan BC = BE + EC. Dengan sifat kesebangunan, maka sisi-sisi yang seletak sebanding.
D. Penerapan Konsep Kesebangunan dalam Pemecahan Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali pemanfaatan konsep kesebangunan. Pembuatan miniatur suatu bangunan, penggambaran peta suatu daerah semuanya menggunakan konsep kesebangunan. Lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.
Contoh 1.10
Sebuah model/rancangan suatu pesawat terbang berskala 1 : 300. Jika panjang pesawat tersebut sesungguhnya adalah 60 meter dan jarak antara kedua ujung sayapnya 18 meter, tentukan ukuran-ukuran tersebut pada model/rancangannya.
Penyelesaian:
Misal panjang pesawat pada rancangan = x
Jarak kedua ujung sayap = y
Sebuah model/rancangan suatu pesawat terbang berskala 1 : 300. Jika panjang pesawat tersebut sesungguhnya adalah 60 meter dan jarak antara kedua ujung sayapnya 18 meter, tentukan ukuran-ukuran tersebut pada model/rancangannya.
Penyelesaian:
Misal panjang pesawat pada rancangan = x
Jarak kedua ujung sayap = y
Jadi, panjang pesawat pada rancangan adalah 20 cm dan jarak kedua ujung sayap 6 cm.
Challenging of geometri
At » 01.19 // 0 Comments »
Ejercicios De GeometrÃa
View more documents from Oscar Felipe Acevedo Jimenez
Kesebangunan SEGITIGA
At » 19.31 // 0 Comments »
Kesebangunan 3smp
View more presentations from amin hers
Kumpulan silabus RPP KKM Prota dan Prosem
At » 01.04 // 0 Comments »
Kumpulan silabus RPP KKM Prota dan Prosem SMP Semester 1
- Agama Islam – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Matematika – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- I P A - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- I P S - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Bahasa Indonesia – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Bahasa Inggris - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- P Kn – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Keterampilan - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Pendidikan Jasmani – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Seni Budaya – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- T I K - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Model IPA terpadu - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Model IPS terpadu – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- BK (Bimbingan Konseling) - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
Kumpulan silabus RPP KKM Prota dan Prosem SMP Semester 2
- Agama Islam – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Matematika - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- I P A – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- I P S - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Bahasa Indonesia – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Bahasa Inggris – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- P Kn - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Keterampilan – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Pendidikan Jasmani – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Seni Budaya - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- T I K – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Model IPA terpadu – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Model IPS terpadu – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- BK (Bimbingan Konseling) - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
- Al-Qur’an Hadist (Muatan Lokal SMP) – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = -
[1] Disini
silabus smp ,rpp smp 2011 ,silabus smp 2011 ,DOWNLOAD KKM PENDIDIKAN AGAMA SMP 2010/2011 ,prota promes bahasa indonesia smp kelas VII ,prota bahasa indonesia smp ,promes prota bahasa indonesia smp kelas 9 ,rpp ips terpadu smp kelas 9 ,prota bahasa indonesia smp kelas 7 ,download prota bahasa indonesia smp
My videos. Featured videos.
Laman
Menu Pilihan
Tentang ku, tentang mu dan tentang semuanya !
Diberdayakan oleh Blogger.
Cari Blog Ini
My photos. Now you know me.
My lifestream. Stay updated with me.
Price my Blog
My site is worth$3,428.4Your website value?
My favblog. Feeds from them.
-
Perhatikan cara demi cara biar lebih mahir..! (Wanteta Satria)
-
1. Lingkaran Luar Segitiga a. Pengertian Lingkaran Luar Segitiga Lingkaran luar suatu segitiga adalah suatu lingkaran yang melalui s...
-
Bagi kamu penggemar chatting via ponsel baik itu chatting dari akun Facebook, Yahoo Messengar, MSN dan lainnya, sekarang eBuddy versi 2.2....
-
Assalamu alaikum wr. wb buat siswa siswi SMP dan seluruh teman-teman guru Matematika yang membutuhkan bahan ajar matematika, saya post...
-
Postingan ini ditujukan untuk para komentator di postingan saya sebelumnya, semoga dengan ini kalian semua bisa lebih mengerti Disini saya ...
-
Lingkaran dalam segitiga adalah suatu lingkaran di dalam segitiga yang menyinggung ketiga sisi segitiga. Melukis lingkaran dalam segitiga ...
-
Kumpulan silabus RPP KKM Prota dan Prosem SMP Semester 1 Agama Islam – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - Matematika – = ...
-
Bagaimana cara membuat sudut yang besarnya hanya dengan menggunakan penggaris lurus dan sebuah jangka? (tanpa menggunakan penggaris busur d...
-
Sering sekali siswa sma dihadapkan pada satu soal tentang probabilitas suatu kejadian dan kebingungan akan menggunakan permutasi atau komb...











